August 20, 2014 | STIE Muhammadiyah Cilacap | STIE Muhammadiyah Cilacap

Daily Archives: August 20, 2014

Menguatkan Rasa Cinta terhadap Al-Qur’an (Bagian 3)

Kembali ke Bagian 2

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Berikutnya, khatib sampaikan bahwa meraih manfaat dari Al-Qur’an dengan segala keberkahannya tentunya susah didapatkan jika kita tidak mau untuk membaca dan menggali makna-maknanya (menuntut ilmu) dengan baik. Sedangkan ilmu haruslah diraih dengan kesungguhan. Sebab, menuntut ilmu hakekatnya juga pelaksanaan dari salah satu perintah-Nya yang wajib dan bahkan dapat memudahkannya untuk masuk pada jannah-Nya yang tinggi. Hadis Rasulullah shallu’alaih menjelaskan hal ini dengan pernyataan beliau shallu’alaih,

طلب العلم فريضة على كل مسلم

“Menuntut ilmu wajib atas setiap muslim (muslimin ataupun muslimah)” (HR. Ibnu Majah).
Selanjutnya, dinyatakan pula oleh beliau shallu’alaih,

من سلك طريقا يلتمس فيه علما سهل الله له به طريقا إلى الجنة

“Barangsiapa menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga” (HR. Muslim).

Sebagai penegasan, hadirin jamaah shalat ‘Idul Fithri yang berbahagia. Dua hadis tersebut menyebutkan bahwa ilmu adalah sesuatu yang wajib dituntut oleh setiap muslim tanpa terkecuali. Sedangkan sebaik-baik ilmu yang dipelajari adalah segala sesuatu yang bersumber atau dirujukkan pada Al-Qur’an. Rasulullah, Muhammad shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

خيركم من تعلّم القرآن و علّمه

“Orang terbaik diantara kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari).

Demikian, jamaah, sebaik-baik kita adalah yang mempelajari Al-Qur’an. Ia adalah alat penimbang segala sesuatu. Bahkan termasuk di dalamnya menjadi penimbang segala ilmu yang dikembangkan oleh akal manusia dimuka bumi ini. Oleh karenanya, segala sesuatu akan menemukan relevansi kebenarannya manakala temuan-temuan atau prinsip-prinsip pengetahuan yang dikembangkan manusia tersebut, berbanding lurus (sesuai) dengan apa-apa yang ditegaskan oleh Al-Qur’an. Sebaliknya, segala sesuatu yang tidak sejalan dengannya tentu tidak mendapatkan persetujuan Allah Ta’ala.

الله أكبر الله أكبر لاإله إلا الله و الله أكبر الله أكبر و لله الحمد

Jamaah shalat ‘Idul Fithri yang semoga dilapangkan rizkinya oleh Allah Ta’ala,
Sebagai bagian akhir dari khutbah kali ini, khatib ingin mengetengahkan hadis rasul-Nya yang mulia, sebagai peneguh bagi iman kita, bahwa kemuliaan kita hanya bisa kita raih manakala kita mau bersanding dengan Al-Qur’an. Rasulullah Muhammad shallu’alaih bersabda,

ما اجتمع قوم فى بيت من بيوت الله تعالى يتلون كتاب الله ويتدارسونه بينهم إلّا نزلت عليهم السكينة وغشيتهم الرحمة وحفتهم الملائكة وذكرهم الله فيمن عنده

“Tidaklah berkumpul suatu kaum disalah satu masjid diantara masjid-masjid Allah, mereka membaca kitabullah serta saling mempelajarinya kecuali akan turun kepada mereka ketenangan dan rahmat serta diliputi oleh para malaikat. Allah menyebut-nyebut mereka dihadapan para malaikat” (HR. Muslim).

Jamaah yang dimuliakan Allah Ta’ala. Hadis tersebut oleh para ulama dikenal dengan istilah hadis arba’ li arba’ atau hadis, empat perkara yang mendatangkan empat perkara. Padahal kesemuanya hanyalah berpusat pada aktivitas kita dalam bercengkrama dengan Al-Qur’an. Empat aktivitas pertama itu adalah: Berkumpul; di Masjid; Membaca Al-Qur’an; Mempelajari Al-Qur’an.

Selanjutnya, secara singkat, mari kita melihat karunia besar dari Allah Ta’ala yang akan didapatkan sekelompok orang, jika mereka bercengkrama dengan Al-Qur’an. Pertama, orang-orang tersebut akan mendapatkan ketenangan dari Allah Subhanahu Wata’ala. Kedua, mereka akan mendapatkan rahmat atau kasih sayang dari Allah Subhanahu Wata’ala.

Jamaah yang berbahagia, jiwa yang tenang sejatinya adalah modal berharga mengarungi kehidupan ini menuju kebahagiaan sejati. Apalagi jika ketenangan itu muncul bersamaan karunia lain yang berupa rahmat atau kasih sayang Allah Ta’ala serta karunia keimanan yang dalam kepada-Nya.

Ketiga, mereka diliputi oleh para malaikat. Dan yang keempat, mereka disebut-sebut namanya oleh Allah Ta’ala di hadapan para malaikat-Nya. Dua hal ini, seharusnya membuat kita bergetar hatinya, jamaah. Sebab, tidak gampang untuk mencari perhatian Allah Ta’ala. Apalagi sampai Allah Subhanahu Wata’ala mau menyebut-nyebut nama kita. Sebuah penghargaan terbaik yang tidak akan pernah ada yang menandinginya.

Pada sisi lainnya, malaikat-malaikat Allah Ta’ala meliputi orang-orang tersebut. Dalam kaitan ini, khatib menjadi ingat ada penggalan sebuah hadis yang menguatkan pernyataan dalam hadis tersebut. Rasulullah shallu’alaih bersabda,

إنّ الملا ئكة لتضع أجنحتها رضا لطالب العلم

“Sesungguhnya malaikat meletakkan sayap-sayap mereka sebagai bentuk keridhaan terhadap penuntut ilmu” (HR. Abu Dawud).

Jamaah yang berbahagia, salah satu makna yang khatib ketahui dari kalimat malaikat meletakkan sayap-sayapnya adalah, mereka berhenti terbang. Ya! Jamaah yang berbahagia, malaikat-malaikat yang sering disebut sebagai malaikat “pengembara” tersebut berhenti terbang, kemudian memanggil teman-temannya dan turun untuk mendoakan sekelompok orang yang berada dibawahnya dan sedang “bercengkrama” (tilawah dan tadarus) dengan Al-Qur’an.

الله أكبر الله أكبر لاإله إلا الله و الله أكبر الله أكبر و لله الحمد

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Menutup khatbah kali ini, khatib sampaikan doa khusus kepada Allah Subhanahu Wata’ala, semoga kita dikaruniakan kecintaan yang mendalam terhadap Al-Qur’an. Dan semoga karena kecintaan kita kepada kalam-Nya tersebut menjadikan kita orang-orang yang dimudahkan kehidupannya dalam mengarungi berbagai ujian dimuka bumi ini, serta mengumpulkan kita semua di jannah-Nya yang tinggi, yakni jannah Al-Firdaus, amin.

اللهم صل وسلّم و بارك على محمّد و على آله و أصحابه و من تبعه باءحسان إلى يوم القيامة
اللهمّ اغفر للمسلمين و المسلمات و المؤمنين و المؤمنات الاءحياء منهم و الاءموات إنّك سميع قريب مجيب الدّعوات

رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لَنَا وَلِإِخۡوَٲنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلۡإِيمَـٰنِ وَلَا تَجۡعَلۡ فِى قُلُوبِنَا غِلاًّ۬ لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌ۬ رَّحِيمٌ

رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٲجِنَا وَذُرِّيَّـٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٍ۬ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا لَا تُزِغۡ قُلُوبَنَا بَعۡدَ إِذۡ هَدَيۡتَنَا وَهَبۡ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةً‌ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَآ إِن نَّسِينَآ أَوۡ أَخۡطَأۡنَا‌ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَآ إِصۡرً۬ا كَمَا حَمَلۡتَهُ ۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِنَا‌ۚ
رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ‌ۖ وَٱعۡفُ عَنَّا وَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَآ‌ۚ أَنتَ مَوۡلَٮٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡڪَـٰفِرِينَ

رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةً۬ وَفِى ٱلۡأَخِرَةِ حَسَنَةً۬ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

ربّنا تقبّل منّاإنّك أنت السّميع العليم وتب علينا إنّك أنت التّوّب الرّحيم

عباد الله إنّ الله ياءمر بالعدل و الاءحسان و إيتاء ذي القربي و ينهى عن الفحشاء و المنكر و البغي يعظكم لعلّكم تذكّرون

فاذكروا الله يذ كركم واشكروا على نعمه يزدكم و لذكرالله أكبر

(Download Khutbah Idul Fitri 1435 H.pdf)

page contents